Finally move …

Dear all,

Finally, setelah agak “bete” ng bisa2 lebih ekspresiv di wordpress.com

Daku hijrah dulu yaa ke http://allaboutdebi.blogspot.com

Bisa lebih banyak belajar script dan lain2..

Thanx for my best couple 2000 (jangan ge er lu) yg bela2in datang ngajarin jauh2 dari kampung..

Thankx to Desi, Iad, sty, Dini, didit, Renni…pls comment on my new blog

Cape nya mindahin comment dan postingan lama….

But nice one..

Db

Serangkai kata untuk temanku, Hesty

Hesty..baru saja aku membaca blog mu..

Bulir-bulir keharuan dan bangga mengalir dipelupuk mataku

Memang tidak mudah merangkai kata-kata seindah Soni, tapi ah mungkin aku bisa mencobanya sedikit.

Sempat terbersit di hatiku..aku merasa keberadaan ku tidak terlalu indah buat Hesty karena aku melihat dirinya dan tulisannya bersama teman-temannya. Maaf Hesty itu hanya sebuah kegundahan kecil yang berawal dari kecemburuan aku ingin menjadi orang yang paling dekat denganmu… Aku tau setiap orang masing-masing memiliki ruang untuk orang yang disayanginya.

Sungguh aku menyesal terjerumus oleh rayuan setan a yang merusak indahnya persahabatan kita…tapi aku percaya..disitulah kekuatan sebuah persahabatan diuji…dan aku yakinkan hatiku jangan sampai kita jatuh di lubang yang sama…

Ingat masa-masa kita sering tidur larut malam di tempatku?,…hanya untuk menertawakan mereka-mereka yang berada disekitar kita ah….memang tidak baik bergosip tapi setidaknya kita berusaha mengambil setiap hikmah untuk bercermin diri kita sendiri…Bundaku pun selalu menanyakan bagaimana keadaanmu.

Satu hal….aku begitu sayang teman-temanku…bahkan mereka yang pernah berada di hatiku selalu bertanya mengapa kedudukan dirimu begitu lebih kuat dibandingkan sebuah percintaan. Ntahlah…aku pun tak mengerti, bagiku masih ada kata ”excuse” bagi seorang kekasih..tapi aku tidak ingin teman ku menunggu untukku.

Tentu aku tidak pernah melupakan masa-masa kita dengan Bakso Ratulangi, makan di cafe unand, mencari tahun berontak di tengah hujan atau bahkan cafe kecil dekat pertanian itu. Kita bolos kuliah karena lelah mendera menunggu kuliah di sore hati dengan duduk percuma di lorong kampus. Dan seandainya sekarang jika aku mengajakmu dan teman lainnya ketempat yang mungkin sedikit lebih nyaman aku berharap temanku tidak menganggapku sombong, sungguh aku hanya ingin berbagi kebahagiaan. Aku ingin temanku merasakan apa yang kurasakan..apa yang kurasakan indah..seperti yang aku lakukan untuk adikku…

Nantilah jika waktu memungkin kan..pastinya aku akan mengunjungi di Jogya sana..

Tetaplah menjadi inspirasi bagi mereka yang sayang padamu temanku..termasuk aku…


Andai kau tau

tertutup sudah pintu, pintu hatiku
yang pernah dibuka waktu, hanya untukmu
kini kau pergi dari hidupku
ku harus relakanmu walau aku tak mau

berjuta warna pelangi di dalam hati
sejenak luluh bergeming menjauh pergi
tak ada lagi cahaya suci
semua nada beranjak, aku terdiam sepi

** dengarlah matahariku suara tangisanku
ku bersedih karna panah cinta menusuk jantungku
ucapkan matahariku puisi tentang hidupku
tentangku yang tak mampu melakukan waktu

dengarkanlah kau matahariku

dengarlah matahariku suara tangisanku
ku bersedih karna panah cinta menusuk jantungku

Aku Jatuh Cinta Padamu Indonesiaku

Biar lomba foto ng menang,

Tapi yang ini menang jadi Juara Favorit Cepen Tusra Jaya (Trakindo Group) 17 Agustus 2008 yang lalu. Thanks buat Arthur (sorry nyomot nama hehe)

Semoga ini menambah nasionalis kita yaaa

======

Jakarta, 06 Agustus 2008

Hai Arthur,

Thur, pakabar ngana sekarang? Duh kangen banget yaa.., masih betahkah di belahan selatan benua Kangguru itu?

Semoga sehat selalu ya…, Thur rasanya sudah lama sekali aku absen menulis padamu.

Beberapa hari lagi acara 17an nih Thur. Di kantorku pun suasana kemeriahannya sudah terasa. Berbagai macam lomba diadakan, ada lomba kampung, lomba basket, sampai lomba debat bahasa inggris dan juga Idol singing contest. Tetapi tetap rasanya ada yang kurang Thur, aku kangen banget khitmatnya upacara 17 an, suasana pengibaran bendera, syahdunya menghenimkan cipta……

Ingat tidak dulu kita sibuk mengundang para teman mengikuti upacara kemerdekaan Indonesia di kampus? lagu Indonesia Raya iringan gitar akuistik om Max Ambon Manise membuat mata ini nanar dan tak kuasa untuk menahan tetesan kerinduan akan rumah ahh… rasanya jauh sekali kita waktu itu seperti di pedalaman saja.

Thur, sekarang di kantor aku juga punya berbagai teman dari berbagai daerah. Mengingat di Padang aku ketemu orang sekampungku saja. Selama training setahun lalu aku satu kelompok dengan teman dari Medan, Yogya, Makassar, dan juga kampungmu Manado, makanya kita suka memanggilnya si Ngana, walaupun namanya Anto. Sewaktu project aku berdua dengan si Batak Sitorus itu bahkan sempat membuatku menangis dan tidak masuk kantor. Kita berdebat soal project dan pembagian tugas. Mungkin aku banyak mencampuri tugas temanku itu ya. Aku shocked berat ketika dia bilang ”kau kerjakan urusanmu, ku kerjakan urusanku!!!”. Seumur-umur aku belum pernah mendengarkan kalimat setegas itu. Keesokan harinya aku illfeel datang ke kantor karena malas ketemu dia, tetapi untungnya dia langsung bertanya apakah aku tersinggung atau sakit hati, dan akhirnya masalahnya terselesaikan. Dari situ aku belajar Thur, bahwa memang di negeri asal temenku itu berbasa-basi tidak ”laku” dan memang semuanya to the point tidak seperti di kampungku.

Ada lagi Thur, temenku yang asli Makassar, yang mengherankan semua orang memanggil namanya dengan ”Jeng” ternyata dia sudah lama di Yogya mirip orang Jawa asli.

Sekarang cara berbicaraku pun sudah bercampur-campur ada logat bataknya, aku suka kau untuk mengatakan engkau, aku pakai kata kah seperti orang Banjar, atau suka menyebut itu sudah khasnya orang Indonesia Timur untuk mengatakan iya.

Aku juga sudah bisa makan lalapan kemangi, jenis sayuran yang tidak pernah ada sejarah resepnya dalam masakan kampungku. Dua tahun berlalu aku merantau di Jakarta dan tidak pernah mau menyentuh si daun wangi itu, ternyata enak!. Itu karena aku tidak mau mencoba makanan yang berbeda yaaaa….

Mengenang keunikan teman semasa training, selalu ada sekelebat kerinduan yang terbersit di hati ini. Di saat berkumpul saling memuji atau mencela perbedaan tetapi justru itu yang membuat kita semakin dekat kan? Ah…Indonesiaku, seandainya kau tau betapa AKU BEGITU JATUH CINTA PADAMU INDONESIAKU. Puitis ya Thur? Makanya segera pulang ya… Aku tau kamu juga lebih jatuh cinta pada Indonesia.

Cepat kabari kepulanganmu ya!

Salam,

db

Tusra Photography

Mudah2an menang yaa buat Trakindo Photography tahun ini ..Ng bagus2 amat sih But I love this pic.

Lokasi : Stasiun Pasar Minggi

Tanggal : 19 July 2008,

Camera : Canon Powershot A630

Naik kereta api ekonomi berdesakan memang tidak nyaman, rawan copet dan kejahatan lainnya tetapi tetap jadi pilihan nomor 1 masyarakat menengah bawah Indonesia. Bayangkan. Hanya dengan Rp, 2000 saja sudah bisa sampai ke Stasiun Kota dari Stasiun Bogor. Aroma keringat menyebar semerbak membahana di gerbong ini, tapi pria-pria ini tetap masih bisa tersenyum menggapai asa mengais rejeki yang tersisa di kota metropolis.

Tetap Jadi Pilihan kami !

Tetap Jadi Pilihan kami !

Waroeng Debi

Online Waroeng and online networking to get your favorite products. Waroeng Debi is a product catalogue from some home industries. It offers famous traditional spa, beauty soap, beautiful hand knitting, and many others. Before having this e-business, the owner already use and sell the products by friends, some resellers, and joining bazaar.

Do not hesitate to email dsetiawati@plasa.com to get your product for retail and wholesale and also networking with Waroeng Debi for your home industries product.

Please come to Waroeng Debi on http://waroengdebi.wordpress.com

Love your Local Product!

Hobi Lulur dan Bisnis ?

Lulur termasuk cara saya merelease cape dan stress. Kalau ada waktu bisa luluran sendiri bisa lewat mbak-mbak lulur (secara lulur disalon mahal dan sebentar), dari pengalaman lulur, lulur ini saya rekomendasi kan banget. Selain memudahkan mbak lulurnya mengangkat daki (saya termasuk tipikal malas mandi hehe), harganya murah, dan really good business.

Nice to do your business while you are enjoying it. Beberapakali saya juga sudah sempat berani ikut bazar di pengajian dan disekolah (modal nekad dan networking dan modal SATU PRODUK aja), dan so far so good balik modal dan orderan teman-teman juga bertambah baik yang jadi end usernya atau reseller lagi. Kedepannya, saya akan menambah produk-produk yang pastinya sudah saya coba pakai dan memang recomended.

Renungan di Hari Minggu

Sabtu lalu kuputuskan berangkat mengikuti Islamic Book Fair 2008, awalnya sih aku enggan, badan terasa panas dingin…tapi ketika Yesti temanku bertanya apakah aku jadi berangkat atau tidak..Ya..Kapan lagi?menunggu tahun depan? No way…

Aku juga baru ingat diamanahkan membeli buku-buku yang bagus untuk Pustaka KMT. Memang baru 2 bulan terakhir aku dan Mbak Dewi diberi kepercayaan mengelola Pustaka Keluarga Muslim Trakindo (KMT). Yaaa…..sesuai hobi sih, suka baca, dan juga suka mencari tambahan penghasilan hehhe…, jadi aku benar-benar menikmatinya. Bakat terpendamkah menjadi seorang Librarian hehe atau hanya sebagai  penikmat buku??

Terkadang aku berpikir, kenapa ya profesi librarian dipandang sebelah mata di Indonesia ? Dulu sewaktu aku sekolah diluar, librarian begitu professional dalam mengelola buku, memberi rekomendasi buku, memasang iklan buku-buku bestseller. Buku-buku begitu bersih dan terawat….Ironis memang tatkala aku kuliah di negeri ku ini, wahai buku mengapa engkau begitu usang…untuk menanyakan dirimu berada saja aku disuguhi senyum kecut para penjagamu. Dilarang bersudzon memang..Ah…maafkan aku buku kau hanya bisa teronggok dengan debu dan rayap. Tak terbayangkan olehku seseorang bisa merangkai huruf demi huruf menjadi sebuah buku. Apakah memang hanya termotivasi pekerjaan yang menghasilkan uang banyak?Kapan kita mencari uang bukan sebagai bentuk kepuasan diri?

Kembali ke Pustaka KMT, saat ini KMT sudah memiliki buku sekitar 90an buku,…dan Alhamdullilah telah terkumpulkan infak (sebutan halus untuk pembayaran sewanya) sekitar Rp.250,000. Akhirnya biarpun panas dingin, sebelum Ashar aku dan Yesti telah tiba di Gelora Bung Karno. Subhanallah…begitu banyaknya para “book lover“. Hatiku miris…aku masih memilih-milih buku yang aku suka baca apalagi buku agama, baca beberapa lembar saja hmmm yang ada hanya kantuk menghampiri. Nisha, seorang teman yang sangat suka membaca, tidak pernah memilih buku-buku, semua bisa dilahap oleh Nisha. Dengan tekad baru aku mencoba untuk tidak memilih apa yang dibaca, pantang kalah jika tidak bisa membaca pikiran penulis.

Acara Islamic Book Fair sudah berjalan hampir seminggu, dan hari itu memang belum hari puncak acara, tetapi tempat itu begitu tumpah ruah dengan orang-orang.

Buku pesanan pertama Mas Avalian, Muhammad the Super Manager and Super Leader…aku lupa tepatnya judulnya. Aku belum membaca bukunya, dan sekarang harus rela antri dalam urutan pembaca KMT. Buku kedua direkomendasi si manis Diah, Doktor Cilik yang hafiz Al Quran dan untuk buku ini juga harus rela menunggu antrian pembaca KMT dahulu.

Untuk buku ketiga dan keempat tentu saja aku tidak akan menjadi antrian. Selain bukunya tidak terlalu tebal, hmmm penulis favorit ku sewaktu masih kuliah, Mbak Asma Nadia. Senangnya bisa berfoto bareng juga dengan beliau.080308_1629_1

Buku catatan hati disetiap sujudku menurut ku lebih menyentuh dibandingkan catatan hati seorang istri. Malu berkelipan dihatiku. Aku belum bisa memaknai sujudku dengan baik. Yah..hanya tiupan kecil kesusahan membuatku bisa memaknai sujudku. Ku masih terhenyak kenapa mereka bisa sujud dan berdoa dengan tidak bosan-bosannya? Kenapa aku selalu lupa dengan doa-doaku. Sebuah bab berkisah mengenai seorang gadis yang ingin sekali memiliki tinggi normal, dan dia berdoa sejak umur 6 tahun untuk menjadi lebih tinggi sampai akhirnya ketika dia dewasa dan menyadari dia tidak akan bertambah tinggi. Dan pada akhirnya dia berujar bahwa sangatlah tidak pantas dia hanya ”meminta“ tapi tidak melihat apa yang telah dia lakukan…Ya ampun…bagaimana dengan ku? Mbak Asma thanks for thebook, a very inspiring book. Friends, please read it…Catatan_hati_di_setiap_sujudku_revisi5_1

Aku puas dengan antusiasme antrian buku-buku yang dibeli…aku puas telah membaca buku favorit ku pertama….Kupejamkan mataku dan kurasakan panas dingin yang menjalar hilang…yang ada adalah keinginanku untuk memaknai sujudku lebih dalam….Amiin….

Dan pengajian dikantor hari ini, aku terhenyak mendengarkan doa Pak Aceng.

Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami ya Allah….

Ya Allah berikan lah kemudahan bagi mereka yang kesusahan…ringankan lah beban mereka

Ya Allah berikanlah kesehatan bagi ibu hamil semoga melahirkan bayi yang saleh dan saleha..cantik dan pintar…

Ya Allah berikanlah sembuhkanlah bagi mereka yang sakit…

Ya Allah berikanlah jodoh bagi mereka yang belum mendapat jodoh…

Aku ingat doa ku…hanya untuk mama, almarhum papa, sari adikku dan diriku, juga mohon diberikan petunjuk jodohku jika memang dia jodohku…mana ada aku mendoakan wal mukmin wal mukminan…egois sekali ya diriku…mereka semua mendoakan diriku….kupejamkan mataku semoga aku tidak lupa mereka seperti mereka yang selalu berdoa untuk ku…..Amiinn….

14 March 2008

Thanks buat Yesti yang selalu mengingatkan.., Nisha the book lover, Diah yang menggaet ke YISC, Pak Aceng for doa2nya….Mbak Asma Nadia, dan Mas Avalian dan Mbak Dw

Very Contraversial Article – Doa Seorang Suami

==========================================================================================

Ini sebuah story yang sangaattttttttt menggelitik, jadi ada artikel yang intinya moral :

Moral of the story : Bersyukur dengan apa yang anda miliki, karena apa yang terlihat oleh mata, tak selalu sama dengan kenyataan yang ada. Tetapi yang menariknya artikel ini membuat pro dan kontra….nice sebagai inputan buat diri kita………Nah comment yang muncul variatiffff banget.

Gw (debi) : Di sini ada gw sebagai cewek yang masih single

Rz : Seorang Bapak muda yang istirinya ng tertarik untuk bekerja

Riccy : Seorang Bapak muda yang istrinya yang bekerja

Rendra : Temen cowok gw yang status nya juga masih single.

Arnee : Ibu muda yang bekerja

Mawar Kuning : Ibu muda yang bekerja juga

Eka : Just married and working

Take A look………

- a simple story for you – Doa Seorang Suami

- – - – - – - – - – - – - – - – - – - –

Seorang lelaki berdoa: “Oh Tuhan, saya tidak terima. Saya bekerja begitu keras di kantor, sementara istri saya enak-enakan di rumah. Saya ingin memberinya pelajaran, tolonglah ubahlah saya menjadi istri dan ia menjadi suami.”

Tuhan merasa simpati dan mengabulkan doanya. Keesokan paginya, lelaki yang telah berubah wujud menjadi istri tersebut terbangun dan cepat-cepat ke dapur menyiapkan sarapan. Kemudian membangunkan kedua anaknya untuk bersiap-siap ke sekolah.

Kemudian ia mengumpulkan dan memasukkan baju-baju kotor ke dalam mesin cuci. Setelah suami dan anak pertamanya berangkat, ia mengantar anaknya yang kecil ke sekolah taman kanak-kanak. Pulang dari sekolah TK, ia mampir ke pasar untuk belanja. Sesampainya di rumah, setelah menolong anaknya ganti baju, ia menjemur pakaian dan kemudian memasak untuk makan siang.

Selesai memasak, ia mencuci piring-piring bekas makan pagi dan peralatan yang tela h dipakai memasak. Begitu anaknya yang pertama pulang, ia makan siang bersama kedua anaknya. Tiba-tiba ia teringat ini hari terakhir membayar listrik dan telepon. Disuruhnya kedua anaknya untuk tidur siang dan cepat-cepat ia pergi ke bank terdekat untuk membayar tagihan tersebut.

Pulang dari bank ia menyetrika baju sambil nonton televisi. Sore harinya ia menyiram tanaman di halaman, kemudian memandikan anak-anak. Setelah itu membantu mereka belajar dan mengerjakan PR. Jam sembilan malam ia sangat kelelahan dan tidur terlelap. Tentu masih banyak pekerjaan-pekerjaan kecil lainnya yang belum dikerjakan.

Dua hari menjalani peran sebagai istri ia tak tahan lagi. Sekali lagi ia berdoa, “Ya Tuhan, ampuni aku. Ternyata aku salah. Aku tak kuat lagi menjalani peran sebagai istri. Tolong kembalikan aku menjadi suami lagi.” Tuhan menjawab: “Bisa saja. Tapi kamu harus menunggu sembilan bulan, karena saat ini kamu sedang hamil.”

- – - – - – - – - – - – - – -

Moral of the story : Bersyukur dengan apa yang anda miliki, karena apa yang terlihat oleh mata, tak selalu sama dengan kenyataan yang ada.

Riccy’s comment:

Istrinya siapa tuh???

Hari gini gitu loh, nyuci sudah pakai mesin cuci, yang masak pbb, yang bersih2 rumah2 pbb,cuci2 piring juga dah ma pbb, some time mandiin anak juga.

Pagi2 anak kesekolah di anter ma bapaknya, pulang nya ma anter jemput, bayar2 tagihan dah lewat ATM. Belanja? tinggal tlp mart.

Shopping is one good ritual to where that every modern family has to spend their weekend……

Come on mate grow up, you live in new age…..Millennium age.

Husband & Wife now equal, they are money machine for their own family.Husband & Wife is a mutual partnership, life time partnership

Have a nice week end!

Rz said:

ha..ha..ha..Food

no comment… I’m a conservative man..We are different in a way.. that’s way kita tidak berjodoh…

Rendra said :

ndak tau yah…

kalo aku sih terserah istrinya aja… mau nongkrongin rumah boleh… mau kerja juga gapapa… yang jelas kalo dia kerja pun aku ndak mau denger alesan kalo ada sesuatu yang ndak beres sama masakan, kebersihan, cucian, ama anak… mau pake pbb? hayuk tapi budget belanja fashion (jatah dia doang tapi, jatahku masih) dan makan di luar hilang.

mas riky… inti cerita mas rozy itu yah kesetaraan…

sebenernya ndak ada yang lebih enak atau lebih sibuk… suami ya suami… istri ya istri… siapa yang ngeremehin pekerjaan yang laennya memang pantes dapet pelajaran seperti itu…cuma, pernah dulu banget pas resesi, papa pernah ngomel: “mamamu itu lho… yang capek kerja sampe larut malam aku, yang kena marah atasan aku, eh pas gaji dipotong banyak, yang susah dan marah-marah kok malah dia…aku dimarahi lagi di rumah.”

bukan cuma papa papa yang harus ngerti istrinya… mama mama juga, please jangan marah marah, atau kasih tampang cemberut pas suami pulang kantor… kalo pada telat ya maklumlah, ada meeting… kalo ndak betah ditinggal, ya jemputin ke kantor bawa makan malam… kalo gajinya telat, ya maklumlah (secara, trakindo!!!)… kalo dah tipis banget ya bongkar tabungan dikit… investasinya ndak usah diutakutik… kalo suami capek buanget, mbok sabar, jangan minta jatah langsung… siapin kopi/teh/susu, air anget buat mandi, pijetin…. baru kalo agak enakan… yuuuk!!!!

equality rules!!!

Thanks a lot.

RJ

Mawar Kuning

Yellow_rose_1 Tidak ada yang salah dengan wanita yang full time di rumah full time mengurus rumah tangga. dan tidak ada yang salah juga dengan wanita yang memutuskan (dikarenakan one thing or another) untuk bekerja full time di luar rumah tapi juga tidak begitu saja meninggalkan tugas2 dan kewajiban2nya sebagai ibu dan istri. satu hal yang i really believe. Tugas dan kewajiban utama seorang wanita adalah menjadi istri untuk suaminya dan ibu untuk anak2nya. setelah dia tahu bahwa semuanya is taken care of (be it with bantuan pembantu, orang tua or saudara), baru dia boleh melakukan hal2 lainnya di luar rumah. (makanya kalau aku ijin untuk bawa anak ke dokter or urusan sekolah harap dimaklumkan yaaa…. hehehehe….)

sekedar info aja mengenai skedulku tiap hari:

5:00 – 5:15 bangun & main sama adek

5:15 – 5:30 kasih susu adek

5:30 – 5.45 mandiin adek (dari sini adek diurus suster)

5:45 – 6:00 aku mandi

6:00 bangunin abang dan suami

6:00 – 6:30 siapin makan dan minum abang n suami

6:30 – 7:00 aku dandan, siap2 ke kantor

7:00 – 7:15 mandiin abang dan nyiapin abang

7:15 – 7:30 free time dikit sama adek

7:30 berangkat ke kantor, abang ke sekolah

8:00 an sampe kantor

11:30 jemput abang,pulang,makan ama adek

13:00 an balik ke kantor

19:00 – 20:00 senam

20:30an sampai rumah (adek udah bobok)

20:30 – 21:00 mandi dan bersih2

21:00 onward baca / nulis / main sama abang, terus nidurin abang – habis itu aku juga tidur

Gw debi comment…….Img_7267_1

Mmm….tanya donk dari perspektif sang anak dan sang calon istri, mungkin ada beberapa poin yang sedikit melenceng…tapi good one..mungkin refleksi yang terlupakan. Persepsi seorang anak yang ibu bapak bekerja

satu sisi aq senang ibu ku kerja,… tiap pagi kami pagi2 berangkat bersama dari aq TK, diantar sampai ke jemputan sekolah, dan didrop sudah. Aq selalu pegang adikku tuh dipinggir jalan (masih TK lho!). Kalau aq ketinggalan bis sekolah, (jaman dulu blm ada handphone), kami berdua terpaksa naik angkot dan takut sekali menyebrang jalan, tapi karena aq ndak malu2 aq selalu minta orang nyebrangin kami berdua. Aq selalu ingat kalimatnya “pak…bisa minta tolong disebrangkan?) Kata Alm papku..yang penting jangan keliatan muka takut,.

Sarapan harus bersama, terserah mo makan or ng yang penting duduk aja dimeja makan.

nanti ketemu malam, tapi kl malam aq kan mesti ngerjain pr dan nonton sinetron, jadi yang selalu aq ingat justru

ibu bapakku selalu ngecek pr ku…dan aq salut bahkan sampai aku kelas 3 smp, aq masih bisa nanya2 fisika kepada beliau. Jadi buat para ibu bapak ..dan calon ibu bapak…temanilah anak2 belajar…karena itu teringat dimemory anak yg selalu freshh……..

One thing, walaupun ada pembantu,…herannya aq tidak boleh nyuruh-nyuruh pembantu. Kalo mo nyuruh tanya dulu ama ibuku.Pembantu hanya membantu membersihkan rumah saja tugasnya (apa kontrak ama ibuku seperti nga tau ya!!!), membersihkan pekarangan dan mencuci-setrika.

Tapi bersihkan kamar, tempat tidur, rak buku dan kamar mandi harus sendiri. Dan harus membantu memasak, apakek mo ngupas bawng, mo ngupas pete, mo duduk aja..yang penting harus duduk di dapur.

Ketika aq sudah beranjak kuliah aq sudah bisa mengerjakan semuanya sendiri, dan tidak pakai pembantu lagi dengan alasan keamanan (ibuku tidak percaya ada pihak luar tinggal didalam rumah, karena kami bertiga 3 aq ibuku adeku) Dan sekarang ibuku benar2 menikmati masa2 kesibukannya berkarir, masuk dapur untuk masak ng pernah lagi, paling cuma belanja doank, aq dan adikku yang menyiapkan makan. Dan waktu aq kos, aq juga ng pusink buat hal2 seperti itu.

Jadi buat para para ibu,…jangan biasakan anak menyuruh2 pembantu, karna anak2 sebenarnya juga ingin melakukannya, tapi kadang kalo semua sudah dikerjakan pembantu atau ibu..yahh mindsetnya ngapain susah2, udah dikerjain ini..

Negatifnya tentu ada, kadang aq juga pengen punya ibu yang menyambut ku pulang, membuat kan susu coklat, menjemput dll, atau membuat camilan ketika teman2 ku belajar bersama,

Jadi buat para ibu yang bekerja,…selalu sempatkan lah membuat makanan atau camilan (jangan dibeli!) karena seorang anak selalu bangga dengan masakan ibunya walaupun tidak enak…atau seorang istri tetap menyuguhkan minuman jus /teh dimlm hari buat suaminya, walaupun cape setengah mati dan si itstri malas juga minum jus (debi banget), simple things but mean a lot….

Ngutip kalimat Rz

Nah yang benar adalah….

Bila Laki2x yang ingin calon istri stay at home, menikah dengan perempuan yang ingin membaktikan diri tinggal di rumah untuk fully dedicated urus rumah tangga.

Bila Laki2x yang ingin calon istrinya sama2x menjadi money machine, menikah dengan perempuan yang butuh aktualisasi diri di luar rumah.

Termasuk yang mana kamu,, dan carilah calon yang sama platformnya..

So bagi yang bujang.. Debi & Jaka..

Pertama, buat aq memastikan calon suami ku itu maunya seperti apa, dan tentu aq juga seperti apa, jadi tetap menjadi diri kita masing2,..Jika bentrok yaa harus dikomunikasikan sejauh mana pengen aktualisasi diri perempuan itu, semua pasti ada trade off, bagaimana dengan anak2 dll??

Menurut aq seorang wanita yang sudah menikah, harus punya financial freedom sendiri (bukan money machine!) tidak harus bekerja kantoran walaupun income suaminya sudah mencukupi,, punya usaha atau apalah..tapi intinya harus punya pendapatan sendiri. Walaupun rezeki memang dari Tuhan, kita ng pernah tau kan apa yang akan terjadi, kalau suami sakit2an dan meninggal lebih dulu sedangkan anak2 masih kecil??..Pengalamanku, aq bersyukur sekali ibuku bekerja, karena kalau dihitung uang pensiun bapakku mungkin cita2 adikku buat jadi dokter yaa buyarr…karena biaya sekolah sangat besar……Dan entahlah apa yang akan terjadi pada kami bertiga jika memang seperti itu…..

Dan tidak ada yang salah jika memang istri tidak bekerja,..yang penting dia juga hepi, ngapain punya uang kalo yang ada stress…yang penting semua hepi..suami hepi, istri hepi, anak hepi………

Db

Wah mm…ditimpali lagi oleh Rz said:

Menggelitik untuk tidak dikomentari..see comment in blue

6Sigma berkata setiap ada defect pasti ada root cause-nya. Kalau mau terhindar dari defect, eliminate root cause itu, niscaya tidak terjadi defect.

Mengutip Santi bilang,,, memang kalau sudah ‘terlanjur’ menikah, komunikasi jawabnya.

Tapi kalau belum menikah, berarti pilihan masih terbuka.

Nah yang harus dipikirkan dalam hati masing2x apakah perbedaan keinginan stay home mom or career woman itu bisa menjadi asal musabab segala permasalah di kemudian hari (alias jadi Root Cause !!??). Kalau merasa bisa di atasi dengan komunikasi yha silakan,, kalau tidak ,, yha stay away from him/her sebelum terlambat.

Kalau menurutku,, perbedaan tsb punya ranking ke 2 setelah perbedaan agama. Jadi sudah punya probability highly contribute terhadap segala permasalahn di masalah mendatang. Again, bagi yang sudah menikah,,, yha sudah bukan tawaran lagi, komunikasi, pengertian, pengorbanan dll harus menjadi konsekuensinya.

Keputusan dan perilaku seorang laki2x sudah semestinya sesuai dengan paradigma yang diambil nya. Bagi lelaki yang pingin punya stay home wife, sudah semestinya memberikan penghargaan kepada istrinya dengan memberikan seluruh penghasilan (baca 100%) kepada istrinya. Tanpa ada penipuan, semua transparan, tidak ada penghasilan yang disembunyikan. Ahli waris tentunya istri tercinta seorang (atau beberapa)

Janganlah buat istri yang sudah tinggal di rumah ‘menderita’ dengan hanya diberi 50% atau 60% gaji si suami. Disembunyikan bonusnya, disembunyikan tunjangannya.

Kalau masalah tdk cukup atau si empunya penghasilan berhalangan,, itu masalah lain… Don’t you hear word of Investment & Protection!!?? asuransi jiwa, ada dana pensiun, ada asuransi pendidikan, ada reksadana, ada saham, ada properti yang di sewakan, ada properti yang disimpan, ada wartel yang sedang berjalan, ada warnet yang tiap bulan menghasilkan,, masak gak cukup sih… Financial Planning gitu lu… tujuan elu apa !!?? he2x

Dan tidak ada yang salah jika memang istri tidak bekerja,..yang penting dia juga hepi, ngapain punya uang kalo yang ada stress…yang penting semua hepi..suami hepi, istri hepi, anak hepi………Baca email sebelumnya,, memang tidak ada yang salah,, yang salah bila ……(baca emailku sebelumnya)

udahan yha…

Mawar Kuning

tidak boleh udahan!!!! you manipulator you. you manipulated my words. aku tidak pernah bilang (menulis) seperti itu (lihat yang aku beri warna merah)!!!

Arnee :

iya jangan udahan dulu Mas Roz… aku belum kasih comment….

aku setuju dengan statement : seorang wanita yang sudah menikah, harus punya financial freedom sendiri (bukan money machine!) tapi eits jangan yg udah menikah aja dong… yg belum menikah juga harus…. (seperti debi sekarang ya kan? masak mau minta sama mama”k” di padang terus….!)

true story : (sedikit curhat bolehlah….)

sampai dengan akhir SMU mamaku hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa…. penghasilan papa setelah resign dari BRI sebagai seorang bussinesman (bergerak di bidang EXIM & supplier spare parts untuk wilayah priangan timur, berkantor di gd. Sarinah Thamrin) lebih dari cukup… aku masih ngerasain tuh yg namanya pulang pergi sekolah dianter pake genio… (th.96an itu mobil keren banget…:p) tapi pas krisis moneter semua berubah….

papa bangkrut……. semua assets disita bank…. ga ada yg tersisa…. rumahpun ikut terjual… papa stress sampai sakit-2an…(jantung koroner, asam urat, tensi tinggi, batu ginjal… komplikasi sudah) mama yg tidak punya keahlian mencari uang sebelumnya sempat stress juga… anak 4….

dan satu yg disesalkan saat itu belum ngerti yg namanya Investment & Protectionjadi yg namanya Financial Planning itu belum ada…..!

nah… itulah yg aku hindari sekarang…. aku harus punya financial freedomsendiri… harus!! apapun caranya, walaupun tidak harus kerja di kantor . (nih tadi habis ngebahas usaha apa yg cocok sama mba sant & deb… untungnya punya temen yg berjiwa padang

yg jadi pelajaran juga (bener kata debi), selama aku hidup selalu ada pembantu, jadi aku ga pernah yg namanya megang kerjaan rumah tangga… nyapu, ngepel, nyuci piring, nyuci baju, beres-2 rumah… memalukan memang, apa jadinya? aku ga bisa masak, suka rumah rapih tapi ga suka beresin rumah (ini aku sesali setelah menikah) ..

tapi sekarang, bolehlah aku ngacungin jempol buat diriku sendiri… ya iyalah, apa-2 dikerjain sendiri…. ngurus rumah, ngurus anak, ngurus suami… masak juga sudah semakin terampil… (walau masih suka dikritik Jaka), pokoknya 3 th menikah membuat aku jadi banyak belajar utk hidup mandiri tidak tergantung sama orang baik itu suami ataupun pembantu….

jadi…. kalo suamiku minta aku stay at home jadi ibu rumah tangga biasa….. aku akan protes keras…! karena dengan bekerja pun urusan rumah tangga masih bisa aku urus dengan baik… suami & anak tambah gemuk…. heee……

lagipula tingkat kepuasan saat nerima uang dari suami & nerima dari hasil keringat sendiri itu beda……

Eka

menurut aku yang baru menjalani pernikahan long distance selama hampir setengah tahun…(jadi curhat)

posisi wanita bekerja itu tidak hanya untuk mempunyai finacial freedom ataupun money machine bg keluarganya… tetapi sebagai bentuk independensi (mudahn2an ejaannya benar) terhadap kehidupan, dengan bekerja secara langsung ataupun tidak langsung otak dan pikiran kita selalu berputar dan merefresh setiap kondisi dan keadaan lingkungan. Setiap istri pasti dalam pikirannya ada keinginnan mengembangkan ide2 yang ada di otaknya yang dia bawa saat dia masih single, sebagai suami janganlah mengisolasi hal tersebut. Indenpendensi pemikiran dan argumentasi adalah hak asasi manusia, klo istrinya tidak punya wawasan yang luas bagaimana dia bisa secara independent ngeaudit suami tercintanya. parahnya kondisi saat ini umunnya jarang sekali suami yang istrinya di rumah sebagai ibu rumah tangga menyediakan media informasi yang selalu membuka wawasan sang istri terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap keadaan.

jadi bagaimana donk….?

dari sisi pribadiku… dengan bekerja, aku mengisi waktu dan kekosong yang ada atas ketidakadaan suami dirumah..

ujung2nya memang uang lagi tapi sekali lagi itu bukan yang utama

Mawar kuning mencoba membuat kesimpulan

kami para wanita bekerja not just for the money tapi for the satisfaction dan pengembangan diri

kami para wanita yang bekerja bersumpah untuk tidak pernah menelantarkan keluarga, suami dan anak2

kami para wanita tetap berpendapat bahwa our main job adalah mengurus suami, anak dan rumah tangga

kami para wanita tidak menyalahkan para lelaki yang memiliki stay-home-wives being stay-home-moms so long

as memang itu yang diinginkan oleh sang istri

kami para wanita menghormati dan menjunjung tinggi segala bentuk komunikasi antara suami dan istri

mungkin sample nya agak tidak mewakili karena para wanita yang berpendapat di sini adalah wanita yang bekerja. mungkin akan lebih baik untuk dimasukkan ke blog nya debi apabila ada pendapat dari para wanita yang tidak bekerja seperti istri mas rozy, ronny, pak agus, dll…. dan mungkin lebih baik lagi bila punya pendapat para istri yang bekerja di luar trakindo, seperti istri mas riky, mas hadirin, etc…

maka dengan ini resmi bahasan ini DITUTUP.

So guys what about you…………….agree to close this session…..never ending discussion..

Financial Objective 2008 :Good Money Habit

Disadur dari Artikelnya Ligwina Hatanto (tujuanloapa.com)

Gue baru baca artikelnya Mbak Lia, biasa sering denger Hard Rock Kamis pagi tapi berhubung udah punya TV hihi (finally!!).. yaa jadinya keterusan Indonesia This Morning Metro TV. Tapi tentunya nggak ngurangin cinta gue ama Mbak Wina karena gue tetep baca artikel-artikel beliau di situsnya www.tujuanloapa.com.

Setelah gue baca ternyata semua all about definisi money habit, yang notabene gue belum bisa jalanin 100%. Memang definisi good money habit setiap orang berbeda-beda, tapi ternyata intinya control dan yang ini susah banget.. banget..baDscn1773_1 nget…

Menurut Mbak Win, fondasi sebuah rencana keuangan yang baik adalah memulai dari hal kecil. Misalnya, menyusun anggaran, menabung, atau investasi reguler, mengambil uang di ATM sepekan sekali sesuai anggaran, dan hanya membeli barang yang mampu ada beli dan mengetahui saldo kartu kredit. So friends,..udah ngelakuin ini belum???

  • Menyusun Anggaran, dari gue sendiri sih, jujur gue malu. Anggaran hanya sebatas sebuah anggaran visual diotak gue, budget gue sekian persenlah, ini sekian persenlah. Tapi mulai tahun ini, gue udah buat anggaran. Anggaran tertulis, nggak lucukan anak accounting, kerja plototin overdue customer tapi budget sendiri aja nggak punya. How embrassing and stupid.

  • Untuk menabung, dah oke, tiap bulan gue potong Rp.200 ribu dari Tabungan Rencana Mandiri. Tapi kemaren gue baru mikir, bagus sih nabung seperti ini , tapi habit nabungnya nggak kena, karena bukan gue atau lo yang nyetor duitnya, alangkah baiknya kita setor sendiri/ transfer uangnya. Dan idealnya menabung itu 30% dari pendapatan kita, tidak boleh diutak atik.. Yang idealnya gue nggak bisa, karena saat ini mesti bayar angsuran my cute apartemen halah! Rumah susun kale… Memang sedikit maksa, karma gue harus hemat total tapi tiap orang kan masing-masing punya tujuan masing-masing toh!. Dan karena ini gue jadi punya tujuan dalam financial.
  • Investasi regular, nah ini yang paling penting. Saat ini banyak reksadana yang sudah bisa transfer Rp.200 ribuan (tapi harus ingat fee pembeliannya berapa persen). Dan pilihan investasi gue saat ini Mandiri Investa Atraktif Bank Mandiri sebagai selling agentnya. Kenapa? Ya…untuk orang awam seperti gue, gue butuh investasi yang nggak terlalu memusingkan, dan jelas, dekat dengan kantor. Kalau pakai broker bisa aja, tapi sayang saat ini gue belum bisa bayar uang depositnya, yang rata-rata adalah Rp.25,000,000.
  • Jangan lupa, mengetahui saldo kartu kredit yang telah terpakai, melunasi utang kartu kredit tepat due date, dan sebagainya. Good money habit juga menunjukkan besarnya penghasilan bukan satu-satunya faktor untuk memenuhi kemampuan berinvestasi. Saat ini hutang kartu kredit masih ada, ini harus segera dibayar!.
  • Mengambil uang di ATM sepekan sekali sesuai anggaran. Ini sudah gue jalankan, tapi actual dengan budget suka nggak sesuai. Alias tidak displin. Intinya displin. Jawabannya ada accurate budget, minimal mendekat budget..jangan mendekat pengeluaran ya Deb….
  • Hanya membeli barang yang mampu ada beli. Setahun gue masuk di Trakindo apa sih yang udah gue punya? Yang material really NONE, kenapa? Yah karena gue masih suka beli-beli hal yang tidak perlu dan gue sebenarnya belum mampu beli. Dulu gue suka banget makan-makan, jalan-jalan, dan sebagainya, sekarang gue baru mikir buat apa sih gue makan 3x seminggu di Citoz sekali makan aja minimal Rp, 65,000 belum lagi nonton, naik taksi, lihat barang diskon. Yah bukan berarti gue nggak akan makan-makan lagi tapi alokasi dananya mungkin untuk hal-hal yang lebih positif. Pilihan gue langganan koran (walaupun baru hari Minggu doank!) lho Senin – Jumat liat internet aja hihihi. Trus dananya bisa dialokasikan untuk ektrakulikuler (kayak anak sekolahan ajee..) tennis, ngaji dan lainnya. Beli baju tiap bulan ? mm…… ini sih sah-sah aja…tapi nggak harus baju yang bermerk. Bisa beli bermerk dan diskon (Alhamdullilah), atau baju yang tidak bermerk tapi bervariatif.
  • Mengetahui saldo kartu kredit. Sekarang cukup punya 1 kartu kredit saja. Kalau bisa yang ini akan gue tutup juga. Tapi sayang poinnya..nah ini poinnya hihihih!!!

Semoga good money habit bisa diaplikasikan tahun ini buat gue dan buat lo-lo pade! Wassalam…..